SELAMAT DATANG DI BLOG GURU BERAKSI...DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTARNYA
Sabtu, 06 Oktober 2012
Assalamualaikum Wr. Wb.
Sebentar lagi kita akan menghadapi Ujian Tengah Semester (UTS) Ganjil/Semester 1 yang insyaallah dilaksanakan pada minggu ke-w bulan Oktober. UTS atau Ujian Tengah Semester merupakan langkah yang harus ditempuh oleh setiap peserta didik dalam proses belajar mengajarnya, UTS dilaksanakan setiap pertengahan semester, hal ini bertujuan untuk mengukur kemampuan pemahaman siswa pada setiap materi pembelajaran yang telah disampaikan dan menjadi ukuran guru untuk lebih memaksimalkan pengajaran.
Untuk para siswa kelas VIII SMP/MTs dalam posting kali ini saya menyajikan kisi-kisi soal UTS Ganjil Mata Pelajaran Bhs Indonesia Kelas VIII yang isinya seputar materi : menganalisis laporan, menanggapi laporan, membaca memindai, membaca denah dan membaca cepat.
diharapkan dengan dibuatnya kisi-kisi ini dapat membantu proses belajar mengajar siswa, selain pembelajaran didalam jam pelajaran siswa dapat memperoleh bimbingan pendidikannya diluar jam pelajaran lewat kisi-kisi ini.

Dengan harapan dapat membantu siswa juga dapat membantu rekan-rekan guru atau sahabat yang sedang membutuhkan kisi-kisi ini.
Untuk para anak didik saya di bawah ini adalah kisi-kisi UTS Ganjil Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs Tahun Pelajaran 2012/2013 yang bisa kalian pelajari di rumah. tinggal klik download link dibawah untuk mendowload file yang telah dibuat. Ingat!!! belajar lah yang baik di rumah untuk persiapan UTS. Soal UTS mencakup 20 butir pilihan Ganda dan 5 butir essay.
Berikut saya sajikan kisi-kisinya dan saya sertakan juga link download filenya dalam format Microsoft words. Silahkan klik link di bawah ini untuk mendownload.

klik tombol diatas

KISI-KISI SOAL UTS GANJIL BAHASA INDONESIA KELAS VIII TAHUN AJARAN 2012/2013 
NO
MATERI
1
Kompetensi Dasar     : Menganalisis Laporan
Indikator                     : -  Mampu menuliskan  pokok-pokok laporan yang didengarkan dengan kalimat singkat
                                      -  Mampu menganalisis pola urutan waktu, ruang, atau topik dalam laporan yang didengarkan.
Butir Soal Nomor       : 1, 2, 3, 4, 21
Materi Pembelajaran :
Laporan merupakan suatu keterangan mengenai suatu peristiwa atau perihal yang ditulis berdasarkan berbagai data, fakta, dan keterangan yang melingkupi peristiwa atau perihal tersebut. Laporan mengenai peristiwa atau perihal yang bersifat penting atau resmi biasanya disampaikan dalam bentuk tulisan.
Menganalisis laporan berarti melakukan suatu kajian atau penelitian terhadap suatu laporan. Hal yang dianalisis dalam laporan dapat meliputi isi peristiwa, kronologi waktu, kelengkapan data, kebahasaan, dan bentuk laporan.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menganalisis laporan adalah :
1.      Menyimak laporan dengan saksama, sehingga dapat menangkap informasi yang disampaikan secara utuh da lengkap serta terperinci.
2.      Melakukan pengecekan terhadap setiap hal yang dilaporkan secara detail dan cermat.
3.      Tidak mencampuradukkan antara fakta (yang bersifat objektif) dan opini atau pendapat (yang cenderung bersifat subjektif).
4.      Melakukan kajian terhadap kebenaran atau ketepatan hasil laporan tersebut.
     Perlu diketahui bahwa ada beberapa langkah dalam menganalisis laporan. Beberapa langkah yang dapat membantu dalam proses menganalisis laporan adalah berikut.
1.      Memahami isi laporan dari bentuk, isi, maupun kebahasaan.
2.      Menguraikan secara detail atau rinci pokok-pokok isi laporan.
3.      Memberikan suatu pandangan atau pendapat terhadap laporan berdasarkan suatu teori atau definisi (referensi).
2
Kompetensi Dasar     : Menganalisis Laporan
Indikator                     : -  Mampu menuliskan  pokok-pokok laporan yang didengarkan dengan kalimat singkat
                                      -  Mampu menganalisis pola urutan waktu, ruang, atau topik dalam laporan yang didengarkan.
Butir Soal Nomor       : 5
Materi Pembelajaran :
Pada teks bacaan terda- pat beberapa kata yang berkonfiks ke-an, misalnya: kesepakatan, keterlibatan, kekhawatir- an, dan sebagainya.
Salah satu fungsi imbuh- an ke-an adalah membentuk kata kerja pasif. Adapun makna konfiks ke-an antara lain berikut.
1.  Menyatakan tempat Contoh: kecamatan
2.  Menyatakan menderita Contoh: kehujanan
3.  Menyatakan tidak sengaja Contoh: ketiduran
4.  Menyatakan hal Contoh: keadilan
3
Kompetensi Dasar     : Menanggapi Isi Laporan
Indikator                     : -  Mampu menanggapi laporan perjalanan teman dengan mengajukan pertanyaan atau pendapat
                                      -  Mampu memberikan masukan terhadap laporan perjalanan teman
Butir Soal Nomor       : 6, 7, 8, 9, 10, 22
Materi Pembelajaran :
Tanggapan terhadap laporan dapat berupa pertanyaan, pengungkapan persetujuan dan ketidaksetujuan, tanggapan terhadap isi dan bentuk penyampaian laporan, serta kritik maupun pujian terhadap laporan tersebut.
Dalam menanggapi sebuah laporan perlu kalian perhatikan hal-hal berikut.
1.   Tanggapan disampaikan secara objektif terhadap laporan yang disampaikan, baik dari segi isi maupun bentuk.
2.   Tanggapan disampaikan secara fokus dan tepat sasaran. Dalam hal ini, tanggapan sebaiknya tidak keluar dari isi laporan yang disampaikan.
3.   Tanggapan ditujukan untuk membangun atau memperbaiki dari laporan yang disampaikan.
4.  Tanggapan disampaikan dengan bahasa yang santun, jelas, dan komunikatif.
    Peristiwa atau perihal dalam suatu laporan didasarkan pada kejadian nyata. Karena itu, penulisan suatu laporan harus objektif. Bahasa yang digunakan bahasa lugas, sehingga kalimat-kalimatnya tidak menimbulkan tafsiran lain.
4
Kompetensi Dasar   : Menemukan Informasi Secara Cepat Dan Tepat Dari Ensiklopedi/Buku Telepon Dengan Membaca Memindai.
Indikator                    : - Mampu menemukan subjek informasi secara cepat dan tepat
                                      - Mampu menemukan informasi secara cepat dan tepat
                                      - Mampu mengemukakan kembali informasi itu dengan bahasa sendiri
Butir Soal Nomor       : 11, 12, 13, 14, 15, 23
Materi Pembelajaran :
Membaca memindai merupakan salah satu teknik membaca untuk mendapat informasi secara cepat dan tepat. Teknik ini biasa digunakan untuk menemukan berbagai informasi dari buku ensiklopedia, buku telepon, indeks buku, kamus, dan lain sebagainya. Membaca memindai dilakukan dengan cermat dan penuh konsentrasi.
Ada dua jenis informasi dari buku telepon yang dikenal dengan istilah halaman putih dan halaman kuning. Halaman putih memuat daftar pemilik, alamat, dan nomor telepon yang bersangkutan. Halaman kuning juga memuat hal demikian. Namun, dalam halaman kuning disediakan indeks. Adanya indeks pada halaman kuning akan mempermudah mendapatkan informasi produk dan jasa. Informasi dalam buku telepon disusun secara alfabetis, yaitu menurut urutan abjad.
Dalam Buku Petunjuk Telepon, sistem pencantuman nama, alamat, dan nomor telepon disusun dengan kriteria sebagai berikut.
1.      Jika ada beberapa  nama yang digabung menjadi satu dalam sebuah nama perusahaan  seperti misalnya: “Ali Budiarjo, Nugroho, Reksodiputro Coun- sellors at Law”, yang menjadi patokan adalah nama yang disebut pertama.
2.      Nama perusahaan yang dimulai dengan “The”, dalam BPT akan dicantumkan di belakang nama perusahaan. Misalnya: “Gideon International The”.
3.      Pemberian tanda baca dan karakter khusus dalam suatu nama biasanya tidak akan mengubah posisi susunan kata- katanya dan sebaiknya diabaikan saja.
4.      Pencantuman nama disusun berdasarkan urutan abjad, nama keluarga atau marga diletakkan di depan nama pribadi. Misalnya: Abdullah Harahap, akan tercantum Harahap Abdullah.
5.      Pencantuman gelar, pangkat, singkatan nama, dan sejenisnya diletakkan di belakang nama keluarga dan nama pribadi. Misalnya:
-          Drs. Hendra Kusuma, menjadi “Kusuma Hendra Drs”.
-          Brigjen Chaerudin Harahap, menjadi “Harahap Chaerudin Brigjen”.
-          M.B.  Rudi  Harahap, menjadi “Harahap Rudi MB”.
6.      Nama  badan  usaha atau  nama perusahaan diletakkan di depan sebutan bentuk usahanya (PT, CV, dsb.). Misalnya: CV Semangat Baja, menjadi ”Semangat Baja CV”.
7.      Sebutan lembaga, madrasah, yayasan, sekolah, hotel, rumah sakit, asosiasi, perkumpulan, persatuan, universitas, institut, dan sebagainya diletakkan di depan nama. Misalnya: Hotel Adem Ayem, menjadi “Adem Ayem Hotel”.
8.      Untuk bidang usaha lainnya, seperti apotek, asuransi, angkutan, biro, bengkel, industri, karoseri, losmen, pabrik, penginapan, majalah harian, majalah mingguan, surat kabar, restoran, supermarket, dan sebagainya diletakkan di belakang nama perusahaannya. Misalnya: Apotek Fiducia, menjadi “Fiducia Apotek”.
5
Kompetensi Dasar    : Mendeskripsikan Tempat Atau Arah Dalam Konteks Yang Sebenarnya Sesuai Dengan Yang Tertera Dalam Denah.
Indikator                    : - Mampu membaca arah mata angin
                                      - Mampu menjelaskan arah ke tempat yang dituju dari tempat yang paling dekat
                                      - Mampu mendeskripsikan arah ke tempat yang dituju
Butir Soal Nomor       : 16, 17, 18, 24
Materi Pembelajaran :
            Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Istilah peta berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu.Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi. Banyak peta mempunyai skala, yang menentukan seberapa besar objek pada peta dalam keadaan yang sebenarnya. Kumpulan dari beberapa peta disebut atlas. Denah : pemetaan obyek nyata ke dalam obyek  2D atau 3D terkait dengan sudut pandang visual.
6
Kompetensi Dasar   : Menyim­pul­kan isi suatu teks dengan membaca ce­pat 250 kata per menit
Indikator                     : - Mampu mengukur kecepatan membaca untuk diri sendiri dan teman
                                      - Mampu menjawab pertanyaan dengan peluang ketepatan 75%
                                      - Mampu menyimpulkan isi teks bacaan
Butir Soal Nomor       : 19, 20, 25
Materi Pembelajaran :
Membaca cepat merupakan salah satu metode untuk membaca teks atau wacana yang menuntut pemahaman secara cepat. Pembaca yang baik akan mendapat 80% 90% pemahaman dari teks yang dibaca dalam waktu yang ditentukan. Dalam hal ini, kecepatan membaca orang per orang berbeda-beda. Misalnya 200 kata per menit, 250 kata per menit, dan seterusnya.
Kecepatan membaca diukur dengan rumus: Jumlah kata dibagi waktu membaca. Kemampuan membaca cepat dapat dilatih dengan teknik berikut.
1.   Membaca dengan tidak menggerakkan bibir dan tidak bersuara.
2.   Menghindari regresi atau pembacaan yang mengulang-ulang.
3.   Memperluas jangkauan mata terhadap teks.
4.   Berlatih secara tekun dan rutin.
 

Silahkan Gunakan Facebook Comment, Jika Anda Tidak Memiliki Url Blog!

0 komentar:

Baca Juaga Artikel Lainnya

Cari

Memuat...

Penilaian

Followers

Statistik